Biografi Suroya Isnaini
Suroya Isnaini lahir di Magelang pada
tanggal 16 Juli 1962, beliau meruakan anak ke-3 dari 6 bersaudara. Ayahnya
bernama Muhamad Rohmat dan Ibunya bernama Siti Khotijah. Sejak kecil beliau
tinggal bersama kedua orang tuanya di Wates, Magelang.
Suroya
Isnaini menempuh pendidikan di SD Negri Potrobangsan 2, setelah lulus dari SD
Negri Potrobangsan 2 beliau melanjutkan ke SMP Negri 2 Magelang. Beliau
berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki dari kediaman nya. Ketika beliau
menduduki bangku SD dan SMP beliau selalu mendapatkan juara kelas. Dari
prestasinya tersebut pada akhirnya beliau dapat melanjutkan ke jenjang SMA
yaitu SMA Negri 1 Magelang. Beliau berangkat ke SMA Negri 1 Magelang dengan
menaiki angkutan umum. Di SMA beliau menjadi aktifis di organisasi seperti OSIS
dan Bantara. Di OSIS beliau menjabat sebagai sekretaris 1.
Lulus SMA beliau melanjutkan kuliah di
Jogja. Beliau mencoba jurusan kedokteran di Universitas Gajah Mada akan tetapi
keinginan beliau terpaksa kandas karena beliau memiliki phobia darah. Akhirnya
beliau memutuskan untuk mencoba jurusan tekhnik kimia di UPN. Keinginan nya
masuk jurusan tekhnik kimia pun dapat beliau raih.
Di UPN ini lah beliau bertemu lelaki
yang berasal dari Bangka. Lelaki tersebut mahasiswa tekhnik geologi. Mereka
berdua berbeda jurusan akan tetapi sering bertemu dan bisa saling mengenali
karena mereka berdua selalu mengikuti pengajian pada Ahad pagi di Masjid dekat
UPN.
Suatu saat lelaki tersebut memberanikan
diri untuk berkunjung ke Magelang tepatnya di kediaman bapak Muhammad Rohmat
tanpa sepengetahuan Suroya Isnaini. Tujuan lelaki tersebut ternyata untuk
melamar Suroya Isnaini. Keluarga bapak Rohmat pun dengan senang hati menyambut
kedatangan lelaki tersebut yang bernama Arief Effendi lalu menerima lamarannya
itu. Arief dan Suroya pun menikah pada usia 24 tahun.
Setelah 1 tahun menikah, mereka berdua
memiliki anak pertama bernama Muhammad Faris Ashim dan tinggal di Kalimantan
untuk bekerja di Perusahaan Pertambangan. Setelah 5 tahun memiliki anak
pertama, mereka pun memiliki anak ke 2 bernama Annisa Nur Hasanah. Setelah itu
Suroya harus pindah ke Magelang lagi atas kemauan kedua anak nya yang
menginginkan bersekolah di Jawa. Dengan berat hati Suroya pindah dan jauh dari
sang suami dan memutuskan menanti sang suami cuti pulang ke Magelang.
Setelah 7 tahun memiliki anak ke 2
beliau pun memiliki anak ke 3 yang bernama Nida Amalia Firdausiyah, yang beliau
sekolah kan di TK Masyitoh 7 Wates, SD Muhammadiyah 1 Alternatif, SMP Negri 4
Magelang lalu SMA Negri 2 Magelang.
OK, gambarnya gagal. Mohon diulang, tanya pada teman bgmn cara memasukkan gambar.
BalasHapusOK, contohlah semangat juang "your mother". Beberapa kesalahan tulis masih ada, contoh: aktifis (aktivis, kediaman nya (kediamannya), tekhnik (teknik), ke 3 (ke-3), sekolah kan (sekolahkan)
BalasHapus