Jumat, 18 November 2016

Teks berita



Jalan Santai HUT SMA N 2 Magelang
Magelang, Minggu (16/10/2016) SMA N 2 Magelang mengadakan kegiatan rutin setiap tahun yaitu jalan santai. Acara ini di adakan dengan maksud memperingati ulang tahun SMA N 2 Magelang.sebelum diadakan nya jalan santai, SMA N 2 Magelang atau akrab di sebut Smada ini telah mengadakan berbagai macam perlombaan tingkat SMP se Kedu.
           Jalan santai dimulai pagi hari pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh warga  Smada ( bapak / ibu guru beserta karyawan dan staf tata usaha, dan siswa siswi Smada) dan diikuti oleh warga sekitar Smada. Rute jalan yang di tempuh yaiku 5 km. Lokasi start ada di lapangan upacara Smada (lapangan utama) dan finish juga di lapangan upacara.  Pada saat di perjalanan, warga Smada tampak menjaga sopan santun dan taat kepada tata tertib yang telah di tetapkan OSIS. Pukul 09.30 WIB warga Smada dan sekitarnya telah sampai di lokasi finish. Setelah itu siswa siswi yang di minta kelas untuk lomba menghias tumpeng segera menyiapkan peralatan dan memasuki ruang menghias tumpeng di kelas 11 IPA.
Pada saat berjalan nya lomba tumpeng, warga Smada dan sekitarnya segera berkumpul di depan panggung  untuk menyaksikan hiburan dari band siswa siswi Smada, ada juga pembagian Door Price. Didepan panggung juga terdapat stand makanan dan minuman.
Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB yang ditutup dengan pembagian Door Price utama berupa sepeda gunung. Setelah selesai acara hiburan dan pembagian Door Price, siswa siswi Smada masuk ke dalam kelas untuk makan tumpengan bersama teman sekelas dan menndatangi absen kehadiran. Setelah itu siswa siswi Smada di perbolehkan untuk pulang ke rumah.

Biografi mama



Biografi Suroya Isnaini
Suroya Isnaini lahir di Magelang pada tanggal 16 Juli 1962, beliau meruakan anak ke-3 dari 6 bersaudara. Ayahnya bernama Muhamad Rohmat dan Ibunya bernama Siti Khotijah. Sejak kecil beliau tinggal bersama kedua orang tuanya di Wates, Magelang.
            Suroya Isnaini menempuh pendidikan di SD Negri Potrobangsan 2, setelah lulus dari SD Negri Potrobangsan 2 beliau melanjutkan ke SMP Negri 2 Magelang. Beliau berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki dari kediaman nya. Ketika beliau menduduki bangku SD dan SMP beliau selalu mendapatkan juara kelas. Dari prestasinya tersebut pada akhirnya beliau dapat melanjutkan ke jenjang SMA yaitu SMA Negri 1 Magelang. Beliau berangkat ke SMA Negri 1 Magelang dengan menaiki angkutan umum. Di SMA beliau menjadi aktifis di organisasi seperti OSIS dan Bantara. Di OSIS beliau menjabat sebagai sekretaris 1.
Lulus SMA beliau melanjutkan kuliah di Jogja. Beliau mencoba jurusan kedokteran di Universitas Gajah Mada akan tetapi keinginan beliau terpaksa kandas karena beliau memiliki phobia darah. Akhirnya beliau memutuskan untuk mencoba jurusan tekhnik kimia di UPN. Keinginan nya masuk jurusan tekhnik kimia pun dapat beliau raih.
Di UPN ini lah beliau bertemu lelaki yang berasal dari Bangka. Lelaki tersebut mahasiswa tekhnik geologi. Mereka berdua berbeda jurusan akan tetapi sering bertemu dan bisa saling mengenali karena mereka berdua selalu mengikuti pengajian pada Ahad pagi di Masjid dekat UPN.
Suatu saat lelaki tersebut memberanikan diri untuk berkunjung ke Magelang tepatnya di kediaman bapak Muhammad Rohmat tanpa sepengetahuan Suroya Isnaini. Tujuan lelaki tersebut ternyata untuk melamar Suroya Isnaini. Keluarga bapak Rohmat pun dengan senang hati menyambut kedatangan lelaki tersebut yang bernama Arief Effendi lalu menerima lamarannya itu. Arief dan Suroya pun menikah pada usia 24 tahun.
Setelah 1 tahun menikah, mereka berdua memiliki anak pertama bernama Muhammad Faris Ashim dan tinggal di Kalimantan untuk bekerja di Perusahaan Pertambangan. Setelah 5 tahun memiliki anak pertama, mereka pun memiliki anak ke 2 bernama Annisa Nur Hasanah. Setelah itu Suroya harus pindah ke Magelang lagi atas kemauan kedua anak nya yang menginginkan bersekolah di Jawa. Dengan berat hati Suroya pindah dan jauh dari sang suami dan memutuskan menanti sang suami cuti pulang ke Magelang.
Setelah 7 tahun memiliki anak ke 2 beliau pun memiliki anak ke 3 yang bernama Nida Amalia Firdausiyah, yang beliau sekolah kan di TK Masyitoh 7 Wates, SD Muhammadiyah 1 Alternatif, SMP Negri 4 Magelang lalu SMA Negri 2 Magelang.

Iklan Anti Narkoba



Iklan
            Iklan merupakan suatu informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang-orang supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan makna lain yaitu iklan memberitahu kepada banyak orang mengenai barang atau jasa yang akan dijual.
            Ada banyak jenis iklan, yaitu sebagai berikut
1. Iklan Cetak
2. Iklan Advertorial
3. Iklan Display
4. Iklan Elektronik (Radio, TV, Internet)
5. Iklan masyarakat atau Iklan tayangan sosial
            Disini saya akan menjelaskan apa itu iklan tayangan sosial. Iklan tayangan social ialah iklan yang bertujuan untuk mmberikan pelayanan sosial kepada masyarakat dengan mengajak atau menghimbau untuk tidak melakukan sesuatu seperti tingkah laku yang menyimpang dan lain sebagainya. Contoh iklan tayangan sosial adalah iklan bahaya merokok, iklan bahaya narkoba, iklan ajakan untuk tidak mengikuti ajaran sesat dan iklan untuk melindungi bumi.
            Saya membuat iklan tayangan sosial mengenai bahaya narkoba. Di poster saya terdapat gambar telapak tangan  yang menandakan suatu larangan dan di tengah nya terdapat lingkaran lambang “STOP!” dengan isi gambar di lingkaran tersebut ialahsuntikan, rokok, obat-obatan dan daun ganja. Lalu terdapat tulisan “STOP NARKOBA!!!” dan ada sedikit kalimat keterangan nya “Memunuh anak negri, memusnahkan generasi”, karena di era sekarang ini ada banyak peajar di luar sana yang menggunakan narkoba.
            Narkoba terjadi karena adanya faktor dorongan orang sekitar seperti teman atau orang-orang baru, kurangnya perhatian dari keluarga, adanya masalah dan ingin merasa relaks. Pelajar di era sekarang ini kurang dewasa dalam menyikapi msalah-masalah yang mereka hadapi. Oleh karena itu dari masalah-masalah tersebut menimbulkan keinginan untuk memakai narkoba. Di poster tersebut saya ingin memotivasi masyarakat khususnya para pelajar agar tidak menggunakan narkoba. Karena para pelajar merupakan anak negri yang menjadi penerus generasi.